Lewati ke konten utama

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANTIKORUPSI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 MAGELANG

Tashifin, Yusuf Ibnu (2026) PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANTIKORUPSI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 MAGELANG. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Magelang.

[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
22.0401.0042_COVER_BAB I_BAB II_BAB III_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (0B)
[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
22.0401.0042_COVER_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (0B) | Request a copy
[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
22.0401.0042_COVER_LAMPIRAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (0B) | Request a copy
[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
22.0401.0042_FULLTEXT.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (0B) | Request a copy
[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
22.0401.0042_COVER_PERNYATAAN UNGGAH REPOSITORY.pdf - Published Version

Download (0B)

Abstract

Pendidikan antikorupsi merupakan salah satu langkah penting dalam membangun karakter peserta didik sejak usia sekolah sebagai upaya pencegahan terhadap perilaku koruptif di masa mendatang. Sekolah memiliki peran yang strategis dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui proses pembelajaran, pembiasaan, dan budaya sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah. Dalam konteks tersebut, guru Pendidikan Agama Islam memegang peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang mencerminkan sikap antikorupsi, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, keadilan, dan kepedulian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter antikorupsi siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Magelang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Magelang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam menjalankan peran sebagai pendidik, motivator, dan evaluator dalam proses pembentukan karakter antikorupsi siswa. Sebagai pendidik, guru menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, keadilan, dan kepedulian melalui kegiatan pembelajaran, pembiasaan, serta pemberian teladan. Sebagai motivator, guru memberikan arahan, dorongan, dan penguatan agar siswa mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai evaluator, guru melakukan penilaian terhadap perkembangan karakter siswa melalui pengamatan perilaku, kegiatan kokurikuler, pembiasaan harian, dan berbagai bentuk tugas yang diberikan kepada siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberhasilan pembentukan karakter antikorupsi didukung oleh kerja sama seluruh warga sekolah, keteladanan guru, dukungan orang tua, serta kolaborasi dengan berbagai pihak di luar sekolah. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan media sosial yang kurang terkendali, keterbatasan waktu, serta kendala koordinasi dan pendanaan dalam pelaksanaan program.

Item Type: Karya Ilmiah (S1)
Pembimbing: Dr. M. Tohirin, M.Ag dan Akhmad Baihaqi, M.Pd.I
Uncontrolled Keywords: karakter antikorupsi, pendidikan agama islam, peran guru, pendidikan karakter, siswa smp.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
L Education > LB Theory and practice of education
Depositing User: FAI 22.0401.0042
Date Deposited: 28 Aug 2026 07:51
Last Modified: 28 Aug 2026 07:51
URI: https://repositori.unimma.ac.id/id/eprint/7200

Actions (login required)

View Item View Item