Parapat, Alivia Diah Faradilla Sukma (2026) AKUPRESUR UNTUK DISMENORE: STUDI LITERATURE REVIEW. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Magelang.
|
PDF (Skripsi)
File 1_24.0603.0092_COVER_BAB I_BAB II_BAB III_BAB V_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (0B) |
|
|
PDF (Skripsi)
File 2_24.0603.0092_COVER_BAB IV.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (0B) | Request a copy |
|
|
PDF (Skripsi)
File 3_24.0603.0092_COVER_LAMPIRAN.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (0B) | Request a copy |
|
|
PDF (Skripsi)
File 4_24.0603.0092_FULLTEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (0B) | Request a copy |
|
|
PDF (Skripsi)
File 5_24.0603.0092_COVER_PERNYATAAN REPOSITORI.pdf Download (0B) |
Abstract
Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja
putri dan berdampak pada aktivitas sehari-hari. Penanganan farmakologis dapat
mengurangi nyeri, tetapi berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga
intervensi nonfarmakologis seperti akupresur menjadi alternatif yang lebih aman.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi akupresur terhadap
penurunan nyeri Dismenore melalui Studi Literature Review.
Metode penelitian menggunakan desain Literature Review dengan pencarian
artikel melalui Google Scholar menggunakan kata kunci remaja, Dismenore,
terapi akupresur, dan penurunan nyeri pada rentang tahun 2020-2025. Sebanyak 8
artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis berdasarkan kerangka PICOS.
Hasil kajian menunjukkan bahwa responden berusia 12-21 tahun dengan usia
menarche 11-21 tahun. Titik akupresur yang paling sering digunakan adalah SP6
(Sanyinjiao), LI4 (Hegu), ST36 (Zusanli), dan PC6 (Neiguan). Instrumen yang
digunakan untuk menilai nyeri adalah Numeric Rating Scale (NRS) dan Visual
Analog Scale (VAS). Pelaksanaan akupresur bervariasi dengan durasi 1-15 menit
atau 30 kali penekanan per titik, serta frekuensi 1-3 kali sehari selama 3 hari
berturut-turut. Seluruh artikel menyimpulkan bahwa terapi akupresur efektif
dalam menurunkan intensitas nyeri Dismenore pada remaja.
Kesimpulannya, akupresur merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif,
mudah, aman, serta dapat dijadikan alternatif dalam manajemen Dismenore.
Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol dan
jumlah sampel lebih besar untuk menguatkan bukti ilmiah.
| Item Type: | Karya Ilmiah (S1) |
|---|---|
| Pembimbing: | Ns. Kartika Wijayanti, M.Kep |
| Uncontrolled Keywords: | Dismenore, remaja, akupresur, nyeri menstruasi |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | FIK 24.0603.0092 |
| Date Deposited: | 05 May 2026 06:36 |
| Last Modified: | 05 May 2026 06:36 |
| URI: | https://repositori.unimma.ac.id/id/eprint/7132 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
