Lewati ke konten utama

HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIANGKRIK

Prasetyo, Akbar Budi (2026) HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIANGKRIK. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Magelang.

[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
File 1_19.0603.0002_COVER_BAB I_BAB II_BAB III_BAB V_DAFTAR PUSTAKA .pdf

Download (0B)
[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
File 2_19.0603.0002_COVER_BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (0B) | Request a copy
[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
File 3_19.0603.0002_COVER_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (0B) | Request a copy
[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
File 5_19.0603.0002_FULLTEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (0B) | Request a copy
[thumbnail of Skripsi] PDF (Skripsi)
File 4_19.0603.0002_COVER_PERNYATAAN UNGGAH REPOSITORY.pdf

Download (0B)

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk kesehatan fisik, kognitif, dan imunitas. Salah satu faktor penyebab stunting adalah kurangnya pemberian ASI eksklusif. Di wilayah kerja Puskesmas Kaliangkrik, angka stunting relatif tinggi, sehingga diperlukan upaya untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, terutama pemberian ASI eksklusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kaliangkrik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 204 balita stunting, dengan jumlah sampel 135 yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56% responden memberikan ASI eksklusif, dan 58% balita mengalami stunting. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p 0,00 (<0,05) dan korelasi 0,765, yang menunjukkan hubungan yang kuat antara pemberian ASI eksklusif dan stunting. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara pemberian ASI eksklusif dan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kaliangkrik dengan perolehan hasil (p-value 0,00 dan untuk correlation coefficient sebesar 0,765) yang berarti semakin tinggi cakupan pemberian ASI eksklusif, semakin rendah risiko stunting pada balita. Peningkatan edukasi dan promosi pemberian ASI eksklusif diperlukan sebagai langkah pencegahan stunting.

Item Type: Karya Ilmiah (S1)
Pembimbing: Pembimbing oleh Sigit Priyanto
Uncontrolled Keywords: stunting, asi eksklusif
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: FIK 19.0603.0002
Date Deposited: 17 Apr 2026 08:47
Last Modified: 17 Apr 2026 08:47
URI: https://repositori.unimma.ac.id/id/eprint/7122

Actions (login required)

View Item View Item