Sawaludin, Faizal Akbar (2026) ANALISIS KOMPARATIF NORMA HUKUM TINDAK PIDANA PERDUKUNAN DI INDONESIA DAN ALJAZAIR. S1 thesis, Universitas Muhammadiyah Magelang.
Preview |
PDF (Skripsi)
File 1_22.0201.0019_COVER_BAB I_BAB II_BAB III_BAB V-DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (532kB) | Preview |
|
PDF (Skripsi)
File 2_22.0201.0019_COVER_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (377kB) | Request a copy |
|
|
PDF (Skripsi)
File 3-22.0201.0019_COVER_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
PDF (Skripsi)
File 4_22.0201.0019_FULLTEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
PDF (Skripsi)
File 5_22.0201.0019_SURAT_PERNYATAAN_REPOSITORI.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Praktik perdukunan atau sihir merupakan fenomena sosial yang telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia dan kerap menimbulkan keresahan, konflik sosial, hingga tindakan main hakim sendiri akibat ketiadaan atau kelemahan pengaturan hukum yang memadai. Kondisi serupa juga dihadapi oleh Aljazair, yang baru-baru ini melakukan kriminalisasi terhadap praktik sihir melalui pembaruan hukum pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif norma hukum tindak pidana perdukunan di Indonesia dan Aljazair, khususnya terkait subjek hukum yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana serta perbuatan yang dikualifikasikan sebagai tindak pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan perbandingan, melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin, dan literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia melalui Pasal 252 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mengkriminalisasi perdukunan sebagai delik formil dengan fokus pada perbuatan menyatakan, menawarkan, atau memberikan jasa kekuatan gaib tanpa mensyaratkan timbulnya akibat nyata, sedangkan Aljazair melalui Penal Code Nomor 24-06 mengatur praktik sihir dan charlatanisme secara lebih rinci dengan penekanan pada unsur profesi, keuntungan finansial atau moral, serta dampak kerugian yang ditimbulkan, sehingga mencerminkan perbedaan pendekatan normatif dan kebijakan kriminal dalam merespons fenomena sosial yang sama.
| Item Type: | Karya Ilmiah (S1) |
|---|---|
| Pembimbing: | Basri, S.H., M.Hum. dan Dr. Yulia Kurniaty, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Tindak Pidana Perdukunan, Subjek Hukum, Perbuatan Pidana, Pasal 252 KUHP, Penal Code Aljazair |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | FH 22.0201.0019 |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 06:27 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 06:27 |
| URI: | https://repositori.unimma.ac.id/id/eprint/6738 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
