Lewati ke konten utama

Penerapan Terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) Terhadap Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Pada Penderita Hipertensi

Aprilia, Anggi Dwi (2025) Penerapan Terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) Terhadap Resiko Perfusi Serebral Tidak Efektif Pada Penderita Hipertensi. D3-D4 thesis, Universitas Muhammadiyah Magelang.

[thumbnail of karya tulis ilmiah]
Preview
PDF (karya tulis ilmiah)
file 1ANGGI DWI APRILIA.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Karya tulis ilmiah] PDF (Karya tulis ilmiah)
file 2 ANGGI DWI APRILIA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of karya tulis ilmiah] PDF (karya tulis ilmiah)
file 3 ANGGI DWI APRILIA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[thumbnail of Karya Tulis Ilmiah] PDF (Karya Tulis Ilmiah)
bookmark kti-1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (0B) | Request a copy
[thumbnail of Karya Tulis Ilmiah] PDF (Karya Tulis Ilmiah)
revisi cover dan pernyataan.pdf - Published Version

Download (0B)

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 30,8% dengan kecenderungan meningkat setiap tahunnya, terutama pada kelompok lansia. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan yang efektif untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah komplikasi yang lebih lanjut (Kementerian Kesehatan RI, 2023).
Pemberian terapi Slow Stroke Back Massage menjadi salah stau alternatif yang dilakukan untuk memberikan rasa relaksasi bagi tubuh, sehingga dapat menurunkan hormon kortisol, norepinefrin, dan dopamin juga meningkatkan kadar hormon endorfin. SSBM memiliki mekanisme meningkatkan pergerakan saraf parasimpatis dan mengurangi kerja saraf yang bijaksana. Oleh karena itu, siklus vasodilatasi terjadi pada lebar arteriol. Sistem saraf parasimpatis melepaskan asetilkolin, suatu neurotransmiter yang menghambat aktivitas saraf simpatis, dengan merangsang pelepasannya. Keadaan yang muncul adalah penurunan volume sekuncup, kontraktilitas miokard, vasodilatasi pada vena dan arteriol. Tekanan darah turun akibat penurunan curah jantung dan detak jantung setelah terapi SSBM.
Berdasarkan hal tersebut, penulis bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai penerapan terapi Slow Stroke Back Massage (SSBM) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Hasil penulisan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi serta mendorong pemanfaatan terapi SSBM sebagai salah satu intervensi keperawatan yang efektif dan berbasis bukti dalam pengelolaan hipertensi di Indonesia. Dengan adanya penerapan terapi ini secara lebih luas, diharapkan pasien hipertensi dapat memperoleh manfaat yang maksimal dalam mengelola penyakitnya serta meningkatkan kualitas hidup mereka.

Item Type: Karya Ilmiah (D3-D4)
Pembimbing: Ns. Estrin Handayani S.Kep., MAN
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: FIK 22.0601.0052
Date Deposited: 22 Apr 2026 00:55
Last Modified: 22 Apr 2026 00:55
URI: https://repositori.unimma.ac.id/id/eprint/6512

Actions (login required)

View Item View Item