PENGEMBANGAN ETHANOL SEBAGAI KOSOLVENT CAMPURAN BAHAN BAKAR DIESEL-METHANOL

Saefulloh, Renaldi and Ahmad, Faisal (2023) PENGEMBANGAN ETHANOL SEBAGAI KOSOLVENT CAMPURAN BAHAN BAKAR DIESEL-METHANOL. Other thesis, Universitas Muhammadiyah Magelang.

[img]
Preview
PDF (Skripsi)
19.003.0008_19.003.0007_COVER_BAB I_BAB II_BAB III_BAB V_DAFTAR PUSTAKA - Faisal Ahmad.pdf - Published Version

Download (768kB) | Preview
[img] PDF (Skripsi)
19.003.0008_19.0503.0007_COVER_BAB IV - Faisal Ahmad.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (559kB) | Request a copy
[img] PDF (Skripsi)
19.0503.0008_19.0503.0007_COVER_LAMPIRAN - Faisal Ahmad.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img] PDF (Skripsi)
19.0503.0008_19.0503.0007_FULLTEXT - Faisal Ahmad.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img]
Preview
PDF (Skripsi)
19.0503.0008_19.0503.0007_COVER_PERNYATAAN UNGGAH REPOSITORY - Faisal Ahmad.pdf - Published Version

Download (371kB) | Preview

Abstract

Peningkatan jumlah industri dan alat transportasi di dunia mengakibatkan penggunaan bahan bakar minyak terutama dari fosil ikut meningkat. Dengan meningkatnya penggunaan BBM berdampak pada lingkungan diantaranya polusi udara, dan pemanasan global yang menimbulkan ketersediaan BBM semakin menipis, sehingga perlu adanya terobosan penggunaan energi alternatif sebagai pengganti BBM salah satunya adalah bahan bakar nabati. Dalam penggunaan bahan bakar minyak nabati untuk mesin otomotif memiliki keunggulan menurunkan tingkat emisi gas buang, namun memiliki kelemahan kinerja mesin berkurang serta memiliki sifat mudah mengeras dan mengalami oksidasi. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan besarnya komposisi kebutuhan ethanol sebagai campuran solar dan methanol yang tidak tersparasi. Metode penelitian ini melakukan pencampuran bahan bakar biosolar dan methanol dengan penambahan ethanol yang dimasukkan kedalam gelas reaksi dengan volume 2,5 ml, setelah itu dikocok hingga bercampur menjadi satu lalu diamkan campuran bahan bakar selama 1 jam. Pencampuran dilakukan pada campuran B10-B90 yang mampu menghasilkan campuran alkohol ethanol yang homogen. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kadar biosolar akan membutuhkan ethanol yang banyak, sebaliknya semakin besar kadar methanol akan membutuhkan ethanol yang sedikit. Peran penambahan ethanol terhadap campuran yang tersparasi adalah untuk membuat campuran fraksi biosolar dan juga methanol menjadi campuran yang homogen. Tail (ekor) dari ethanol yang bergugus hidrokarbon akan berinteraksi dengan molekul biosolar yang bersifat non-polar bergugus (OH), sedangkan Head (kepala) dari ethanol yang bergugus hidroksil (OH) akan menarik molekuler dari methanol polar yang sama-sama mempunyai molekuler (OH). Sehingga dapat menghilangkan kadar separasi pada campuran biosolar dan methanol, ethanol mempunyai sifat sebagai pelarut yang mengakibatkan terjadinya homogenisasi terhadap campuran biosolar, methanol, dan ethanol.

Item Type: Karya Ilmiah (Other)
Pembimbing: Bagyo Condro Purnomo ST., M.Eng. dan Dr. Budi Waluyo ST., M.T
Uncontrolled Keywords: nergi Alternatif, Methanol, Biosolar, Ethanol
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
T Technology > TP Chemical technology
Depositing User: Sulistya Nur Ginanjar, SIP.
Date Deposited: 15 Aug 2023 04:26
Last Modified: 15 Aug 2023 04:26
URI: http://repositori.unimma.ac.id/id/eprint/3919

Actions (login required)

View Item View Item